Shalat Jum'at Di Gelang PatahPulang Ke BatamManjanya ADATerbengkalainya Multiply-kuSudah Bulan Rajab Nih...Hari Tanpa TVSepakbola Indonesia di Piala Asia 2007Rencana Ikut Mission Statement-2Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Wednesday, July 18, 2007
Yang Ingin Ditulis
Posted by
a_ardal
at
1:13 PM
0
comments
Monday, July 16, 2007
Pulang ke Batam
Bareng satu van dengan para Singaporean yang bekerja di SEB/Microfab/JPower, kami meninggalkan Gelang Patah menuju Jurong East Interchange (terminal bus dan MRT station di kawasan Jurong, Singapore). Sedikit hambatan di custom Singapore dengan antrian panjang pada pengecekan imigrasi, maklum Jum'at sore dimana orang-orang pada pulang untuk berakhir minggu dengan keluarga.
Turun di depan IMM shopping mall, kami menyeberang jalan ke taxi stand dan antri. Antriannya cukup panjang tapi dalam 15 menit kami sudah dapat taxi Yellow Top menuju Harbour Front. Di dalam taxi sopirnya bertanya, "Which way you want to go there?". Sedikit heran dengan pertanyaan tersebut (kan seharusnya dia sebagai sopir taxi harus lebih tahu jalan doong..!) kujawab dengan balik bertanya, "Which is the fastest way?". Dia bilang semua jalur sekarang tidak lancar, "It's Friday night, you know everybody wants to go home soon and enjoy the weekend". Sekilas mengingat-ingat aku lalu minta dia mengambil jalur PIE mencari arah ke Telok Blangah. Awalnya lancar, tapi mendekati NUS (National University of Singapore) mulai nampak macet dan taxi dibelokkan ke Clementi Road yang ternyata merupakan pilihan tepat karena bisa sampai ke Harbour Front dengan cepat.
Aku minta diturunkan di taxi drop point Vivo City karena lebih dekat ke ferry terminal daripada diturunkan di Harbour Front drop point yang lebih jauh dan harus jalan kaki serta naik tangga untuk menuju ke ferry counternya. S$12.90 untuk jarak sekitar 13.5KM dari JIE, masih standar lah (karena pernah pengalaman dari Jurong East ke Harbour Front kena charge S$20.30 karena terjebak macet di jalan!). Ferry Penuin-11 pukul 20.40 sudah menunggu, tapi aku masih sempat mencarikan oleh-oleh untuk Mama Ani dan ADA di Vivo Mart.
Sampai di ferry terminal Batam Centre pukul 20.45, aku melintas ke Mega Mall untuk mencari kendaraan pulang, daripada naik taxi di pelabuhan yang mahal (hehehe... sampai di Batam pola pikir orang Indonesianya kambuh lagi, cari yang murah!). Akhirnya sampai di rumah Bukit Kemuning jam 21.25, dengan sambutan hangat dari Mama Ani dan Ibu Mertua! Ya, Ibu ternyata sudah di Batam sejak 3 hari yang lalu dan Mama Ani memang sengaja tidak memberitahuku agar menjadi kejutan tersendiri. Sementara si ADA sendiri sudah tertidur lelap kecapean main seharian. :)
Posted by
a_ardal
at
4:51 PM
0
comments
Friday, July 13, 2007
Jalan Kaki Malam Sendiri
Itulah sebabnya kenapa aku dan teman-teman beberapa kali diingatkan oleh teman-teman Singaporean seperti TS Ng, David Ho, ataupun Pak Chua sendiri untuk tidak pergi keluar sendiri-sendiri (terutama pada malam hari), sebaiknya pergi berombongan agar lebih selamat dari tindak kejahatan seperti rampok dan jambret. Mungkin karena mereka adalah warga negara Singapore yang memang sangat terjaga dari tindak-tindak kejahatan karena pemerintah yang protektif terhadap warganya, yang berbeda dari cara pemerintah Indonesia atau Malaysia melindungi warganya. Sehingga tingkat kekhawatiran sekaligus tingkat kewaspadaan mereka cukup tinggi.
Jadi itulah yang terpikir olehku ketika harus menunggu kontainer datang hari Rabu malam lalu. Kontainer yang tadinya dijanjikan datang pukul 18.00 ternyata baru muncul pukul 22.30 malam. Akibatnya aku terpaksa harus pulang ke apartement dengan berjalan kaki karena tidak ada lagi mobil van perusahaan yang tersedia. Ketika aku keluar dari pintu gerbang, para petugas keamanan dari Tegas Security bertanya bagaimana aku akan pulang, "Ade kereta kah?" (apakah aku ada membawa mobil?), yang kujawab dengan gelengan, "Tak ade kereta, balik jalan kaki sahaja". Mereka saling berpandangan, mungkin sangat heran dengan 'keberanianku' (atau kenekatan ya?) pulang jalan kaki sendirian di malam selarut itu.
Tapi dengan Bismillah dan berpasrah diri pada Allah SWT, setiap langkah kaki aku iringi dengan Lailahailallah menelusuri jalan sepi menuju apartement sejauh kurang lebih 700 meter tersebut. 400 meter pertama jalan keluar dari kawasan industri masih diterangi lampu di kanan jalan dan masih ada petugas keamanan bersenjata senapan laras panjang di ujung jalan (yang juga memperhatikanku dengan pandangan heran). Sisa jarak selanjutnya menuju apartemen adalah jalan umum yang sepi dan tanpa penerangan jalan. Disepanjang jalan 300 meter ini aku meningkatkan kewaspadaan dan sangat berhati-hati dengan kemungkinan bahaya yang bisa datang, baik dari pemakai jalan raya maupun pemunculan tiba-tiba dari balik rerimbunan semak di kiri jalan. Berkali-kali aku mengawasi sekeliling dengan waspada, entah karena terpengaruh peringatan teman-teman Singaporean, pengaruh berita koran, atau karena rasa takutku sendiri. Namun yang pasti Alhamdulillah aku berhasil mencapai tikungan jalan ke apartment (yang sudah berpenerang jalan dan banyak ruko) dengan selamat tanpa gangguan. Ketika aku hendak menyeberang jalan, aku melihat sebuah mobil patroli polisi bergerak lambat persis di belakangku.
Apakah ini pertolongan Allah untukku, mengirimkan patroli polisi untuk 'melindungiku'? Karena bisa saja jika memang ada pelaku kejahatan yang telah bersiap-siap beraksi namun tidak jadi karena melihat mobil polisi di kejauhan. Wallahualam... Yang jelas aku bersyukur bahwa aku selamat dan tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan ketika berjalan kaki sendirian malam hari di Gelang Patah.
Posted by
a_ardal
at
7:49 AM
0
comments
Labels: Lain-Lain, Lingkungan, Pekerjaan
Wednesday, July 11, 2007
Ketika Beban Terasa
Aarrggghhhh.....!!!
Aku kangen rumah, kangen Mama Ani, kangen ADA, kangen Mama Miar, kangen sahabat-sahabat ESQ, kangen Batam.....
Ya Allah, berilah hamba kesabaran dan keikhlasan menjalani peran dan tugas ini. Kuatkan diri hamba yang lemah dengan tiupan kekuatan dariMu. Bantulah hamba membawa amanah di pundak ini, sehingga ia tidak terasa berat. Jauhkan hamba dari kekhawatiran-kekhawatiran yang ada, agar tetap lepas dan bebas dari belenggu-belenggu.
Ya Rabbi, telah kupasrahkan keluargaku padaMu dan aku percaya Engkau telah menjaga mereka dengan sangat lembut. Aku mensyukuri rahmat dariMu dan berlindung dibawah keperkasaanMu...
Update tak sampai 30 menit setelah posting di atas: Kata-kata bijak dari sahabat ESQ Pak Sonny sangat menyentuh hati, menggetarkan dada, dan menguraikan airmata: "Ada yang jauh lebih berat dari yang anda rasakan sekarang, kukuhkan niat teguhkan hati. Anda pergi bukan karena nafsu duniawi, bukan. Anda pergi untuk meningkatkan harkat & derajat keluargamu. Agar fitnah dan kehinaan jauh dari kehidupan keluargamu. Bantulah memecahkan masalah dengan sajadah dan sodaqoh. Insyaallah jalan lebih terang. Itu janji Allah. Salam."
Posted by
a_ardal
at
7:52 PM
4
comments
Labels: Kontemplasi, Pekerjaan, Personal
Cuaca di Gelang Patah
3 hari pertama aku mengalami hari yang panas, bahkan sangat panas. Laporan cuaca di RTM 2 Malaysia dan Channel NewsAsia Singapore menunjukkan bahwa suhu udara pada siang hari mencapai 35 derajat Celcius, dan suhu panas serta terik matahari itu masih terasa sampai sekitar jam 5 petang! Photo di bawah ini diambil pukul 19.31PM waktu Johor Bahru atau sama dengan pukul 18.31 sore WIB. Lihat sinar terangnya masih sangat nampak dan terasa!


Namun kemudian semenjak Sabtu cuaca berubah berganti-ganti. Subuh nampak bagus, pagi mendung, sekitar jam 10 panas, jam 11 hujan, setelah Dzuhur panas lagi, menjelang sore mendung lagi, dan malam hujan. Begitu terus berganti-ganti tak tentu. Pagi ini sampai jam 10 sudah 3 kali hujan turun, bukan hujan kecil tapi hujan deras. Sebentar lalu pergi, tapi kemudian datang lagi deras tiba-tiba.
Kesulitannya bagi team kami akibat cuaca seperti ini adalah tidak dapat membongkar container yang datang kemaren siang. Container yang sudah dibuka harus ditutup lagi ketika hujan tiba-tiba menderas. Jadinya pekerjaan kami terhambat karena cuaca yang tidak menentu tersebut.
Posted by
a_ardal
at
9:01 AM
0
comments
Labels: Lingkungan, Pekerjaan
Monday, July 09, 2007
Review 5 Hari
Dan ternyata memang kerja keras! Meski dibantu oleh para helper, operator, forklift, high jack, dll, tetap saja yang namanya tenaga otot menjadi terkuras. Banyak equipments dan mesin yang kadang harus ditangani manual, tidak dapat menggunakan alat bantu lain. Juga keterbatasan peralatan, karena peralatan yang ada adalah pinjaman dari SEB, yang juga memakai peralatan tersebut. Sehingga akhirnya harus bergantian menggunakannya. Ditambah lagi dengan ketidaksiapan aliran listrik, AC, kompresor, dll yang menghambat kelancaran set-up. Masih banyak lalu lalang pekerja konstruksi di area dimana mesin dan peralatan sudah harus diletakkan. Belum lagi debu dan kotoran lain akibat pengerjaan mereka, yang membuat kami harus berkali-kali membersihkannya.


Karena ketidaksiapan beberapa faktor pendukung di atas, teman-teman yang lain memutuskan untuk pulang ke Batam hari Jum'at dan akan kembali hari Senin. Aku sebenarnya tidak setuju dengan keputusan tersebut dan mendesak agar dari tiap Dept ada yang tinggal untuk mengatur barang-barangnya. Tetapi karena mereka punya pertimbangan lain, maka 9 orang kembali ke Batam, meninggalkan aku dan Pak Edi (Facility & Maintenance Engineer) berdua saja mengerjakan apa-apa yang dapat dikerjakan.
Cuaca di JB sampai hari Sabtu siang juga tidak bersahabat, panas terik sampai jam 5 sore masih terasa. Membuat cepat lelah dan badan berkeringat. Untunglah Sabtu sore hujan turun mengguyur dan suasana sedikit mendung membuat cuaca terasa lebih bersahabat. Dan itu berpengaruh juga pada percepatan pengerjaan. Apalagi hari Minggu dimana tidak banyak lagi pengerjaan di bagian dalam yang dilakukan oleh pekerja konstruksi, sehingga persiapan untuk kunjungan customer dari Motorola hari Senin ini dapat diselesaikan dengan baik.
Update Selasa 10/July: Kunjungan Motorola kemaren berjalan cukup sukses. Motorola melihat bahwa 3 line SMT sudah aktif dan bisa berproduksi, mesin dan peralatan yang lain sudah berada di tempat dan siap digunakan, manpower sudah ditraining dan mengerti produk yang akan dibuat, dan hasil uji coba beberapa panel module juga berhasil baik. Next target adalah hari Kamis 12/July untuk kualifikasi salah satu produk module. I'm working on it now!
Posted by
a_ardal
at
9:11 AM
0
comments
Labels: Pekerjaan
Thursday, July 05, 2007
Sunset di Gelang Patah - Nusajaya
Di sela-sela kegiatan membongkar kontainer yang datang dari Batam di Gelang Patah kemaren sore, dari atas kontainer aku melihat keindahan karya cipta Illahi ini: matahari yang akan tenggelam di ufuk barat. Kebetulan kamera pinjaman dari SEB (yang dipakai untuk mendokumentasikan proses pembongkaran kontainer dan penyusunan barang-barang) ada di tanganku, jadi tak kusia-siakan kesempatan bagus tersebut.

Sungguh indah!
Note: Ternyata photonya terlalu besar untuk di-upload: 2.5MB, sementara PC di SEB factory ini tidak punya software photo editor untuk mengecilkannya. Nanti saja di-upload di Batam.
Update 16/July: Nah itu dia photonya sudah dipasang! Akhirnya... :)
Posted by
a_ardal
at
5:38 PM
2
comments
Labels: Kontemplasi, Lingkungan, Pekerjaan
Seberapa Kecil Bumimu?
Namun sesungguhnya, bumi ini memanglah sangat kecil. Ia tak lain hanyalah setitik debu tak terlihat dalam mayapada alam semesta. Bumi dimana manusia tinggal bukanlah apa-apa dibandingkan ciptaan Allah SWT yang lainnya. Ada jutaan bahkan milyaran benda-benda angkasa lainnya yang memiliki ukuran jauh lebih besar daripada bumi.
Sekecil apakah bumi kita ini?
Perbandingan ukuran planet-planet di bawah ini akan membantu untuk memahaminya. Subhanallah !





Lalu bagaimanakah kita bisa mendongakkan kepala dan hati ini untuk congkak dan sombong? Astaghfirullah'aladzhiim...
Note: Posting ini aku buat dari Gelang Patah - Nusajaya, Johor Bahru di Malaysia. Merupakan posting pertama di luar Batam, yang juga kebetulan posting pertama dari luar negeri. Sekaligus bisa sebagai bukti bahwa jarak bukan lagi masalah dan bumi Allah ini memang kecil.
Posted by
a_ardal
at
8:24 AM
0
comments
Labels: Kontemplasi
Tuesday, July 03, 2007
Nusajaya Trip - Line Set-Up
Makin berkurang waktu untuk menulis di sini. Akan aku manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menulis catatan-catatan kehidupan. Termasuk juga di NJ nanti.
Posted by
a_ardal
at
4:44 PM
0
comments
Bukan Pekerja Anak
Aku menyenggol ADA, "Coba ADA perhatikan. Pintar 'kan mereka, bantu nyuci piring lho." ADA melirik, "ADA juga sering bantu Mama cuci piring kok Pa!" jawabnya.
Sayang tidak ada kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Padahal cukup bagus melihat ekspresi kesungguhan mereka mengerjakannya. Seolah-olah ingin menunjukkan bahwa mereka sudah bisa dan biasa mengerjakan pekerjaan tersebut.
Yang jelas sih 2 bocah kecil itu bukanlah anak-anak yang sedang dipekerjakan apalagi diperbudak seperti yang disebut dalam berita perbudakan anak di China utara dan Guinea beberapa waktu lalu. Mereka adalah keponakan dari penjual soto yang sedang diajak orangtuanya mengunjungi saudara di Batam. Terbukti dari pertanyaan yang dilontarkan salah seorang dari mereka, "Piring yang ini ditarok dimana, Bude?" yang menunjukkan bahwa diantara mereka terdapat hubungan kekerabatan (Bude dalam bahasa Jawa berarti Bibi kakak Ibu/Bapak).
Posted by
a_ardal
at
9:36 AM
0
comments
Labels: Lingkungan, Opini