Wednesday, March 21, 2007

Apakah Itu Hakmu?

Ketika IPKmu bagus karena kau menyontek saat ujian dan IPK itu membuatmu mudah diterima bekerja.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau melewatkan sebungkus mie instant dengan sengaja dari perhitungan kasir supermarket.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau berhasil mengakali sistem absensi kantor sehingga kau dianggap bekerja dan mendapat bayaran lembur.
Apakah itu hakmu?

Ketika membuat pagar depan rumahmu dan memakai tanah tetanggamu 10 cm demi keindahan halamanmu.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau takuti teman-temanmu dengan cerita bohong dan kau mengambil keuntungan dari rasa takut itu.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau menyerobot baris antrian.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau tahu uangmu hanya cukup untuk membayar 2 potong kue tapi kau telah memakan 3 potong kue di kantin demi menutupi rasa laparmu.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau mendapatkan promosi jabatan di kantor sementara anak buahmu menjadi kambing hitam atas setiap persoalan.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau terobos lampu merah dan membuat orang lain celaka.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau curangi timbangan demi menambah keuntungan perdaganganmu.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau bangga bisa menyelinap masuk tanpa karcis dalam sebuah pertandingan olahraga/pertunjukan musik.
Apakah itu hakmu?

Ketika sopir angkutan umum salah mengembalikan uangmu lebih banyak dan kau tak mengingatkannya.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau gunakan fasilitas kantor untuk urusan pribadimu.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau merokok dan asapnya membuat orang lain menderita.
Apakah itu hakmu?

Ketika kau duduk di kursi pimpinan dan membuat kebijakan yang menguntungkan kelompokmu saja.
Apakah itu hakmu?

Ketika......

Begitu banyak saat dimana kita melakukan/mendapatkan sesuatu yang sebenarnya bukan hak kita, secara sengaja atau tidak sengaja, yang menyebabkan kita memiliki/menggunakan/ menguasai/memakan hak yang bukan milik kita. Sadarkah kita bahwa itulah kunci pintu neraka bagi kita kelak, karena telah menzalimi hak orang lain?

As Syura 42:
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat lalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

As Syu'araa' 183:
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

Al Baqarah 188:
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

Apakah semua uang, harta, makanan, kehormatan, tahta, dll akan membuatmu lebih mulia dihadapanNya? Apakah kau pikir mereka akan membantumu masuk ke Raudhatul Jannah-nya Allah SWT? Tidakkah kau yakin bahwa itu semua akan melawanmu di Hari Perhitungan nanti? Ingatlah, bukan itu semua yang akan membelamu nanti di hadapan Allah SWT

An Nuur 24:
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Maka, selalulah bertanya ke hatimu: "apakah itu hakmu?" dalam setiap hal yang kau dapatkan.

Tuesday, March 20, 2007

Chat di Skype

Karena ngga' banyak pekerjaan belakangan ini, aku sering chatting via Skype. Lumayan menambah teman sekalian membunuh kebosanan dan waktu.

Banyak tipe orang yang kudapatkan. Ada yang pemalu (susah dan lama diajak akrab), ada yang terbuka (ini yang asyik), ada yang bersemangat (bahkan di chatting pertama udah langsung janjian ngajak ketemu!), ada yang telmi (banyak ngga' nyambungnya dan akhirnya ngga' pernah kuhubungi lagi), ada yang serius (maunya disapa dengan Pak aja, ngga' mau Mas atau adik), dan lain-lain.

Topik yang dibahaspun macam-macam, namanya juga chatting. Ngobrol ngalor ngidul gitu, kadang ngga' tahu mau dibawa kemana arah pembicaraannya. Sekenanya aja.... ;) Tapi ada juga yang serius, seperti ngebahas soal agama, politik, dan sifat manusia.

Ada yang standby terus depan komputer (sehingga chattingnya lancar), ada yang sering ditinggal-tinggal (entah meeting atau mengerjakan hal lain di luar komputer), ada yang ngga' tentu (kadang sehari online terus offline berhari-hari), dll.

Jadi nambah pengetahuan dan pengalaman.

Thursday, March 15, 2007

Move to New Plant (in planning stage...)

Seperti telah diindikasikan di sini dan di sini, nampaknya PT Plexus Manufacturing Indonesia tempat aku bekerja saat ini mungkin memang tak akan bertahan lebih lama lagi. Dalam meeting akhir minggu lalu bersama President Director Mr. Chua Choon Chye disebutkan bahwa keputusan pasti mengenai ditutupnya perusahaan akan disampaikan pada bulan Juni mendatang. Namun seperti telah diberitahukan sebelumnya, pengurangan tenaga kerja kontrak (dengan tidak memperpanjang kontrak kerja bagi yang habis masa kontraknya) harus tetap dilanjutkan. Sehingga pada akhir bulan Juni nanti karyawan yang tinggal adalah karyawan tetap saja, yaitu sekitar 150 orang.

Rencana kepindahan perusahaan ke Johor Bahru, Malaysia ini sudah bisa disebut sebagai sebuah 'kemungkinan sangat besar'. Bahkan tindak lanjut untuk memindahkan karyawan telah dimulai. Para Dept. Head telah diminta untuk menyerahkan dokumen-dokumen untuk mengajuan permohonan izin kerja (employment pass) pada pemerintah Malaysia. Karena proses persetujuan akan membutuhkan waktu 2 bulan, maka pengajuan izin kerja itu harus dimulai dari sekarang. Demikian juga dengan arahan untuk melakukan seleksi karyawan yang akan ditawarkan untuk pindah kerja, juga sudah diberikan. Karyawan yang dimaksud adalah mereka yang memiliki kemampuan kerja bagus, bertanggung jawab pada posisi yang penting dan kritikal, dan tidak memiliki track record performance serta perilaku yang jelek.(Photo di atas adalah photo yang diambil oleh HRD 2 hari yang lalu untuk kepentingan pengurusan dokumen)

Tentunya kepindahan perusahaan ke M'sia ini haruslah dengan terlebih dahulu menyelesaikan urusan-urusan di Batam. Yang paling ditunggu karyawan tentunya mengenai uang pesangon. Menurut yang disampaikan Mr. Chua, hal ini tidak akan menjadi persoalan karena perusahaan telah menghitung dan menyediakan dana untuk itu. Tidak perlu ada kekhawatiran mengenai hal tsb. Apalagi mengingat bahwa perusahaan masih memiliki deposit ratusan ribu Sin dollar di Batamindo, yang ngga' mungkin ditinggal begitu saja.

So, mudah-mudahan ini menjadi stepping stone yang baik bagi karirku di masa yang akan datang. Kesempatan baik harus diraih, karena mungkin ia tak akan pernah datang lagi.

Saturday, March 10, 2007

Menjadi ATS di ESQ Training

Seperti telah disebutkan dalam posting sebelumnya, akhir minggu lalu (tanggal 2, 3 dan 4 Maret) aku menjadi ATS (Alumni Training Support) pada Training ESQ Profesional Angkatan 15 Batam di Planet Holiday Hotel. Bukan untuk bermaksud riya, namun posting ini adalah sebagai sharing atas pengalaman yang luar biasa dan banyak hikmah yang dipetik.

Sehari sebelum training diadakan, ba'da Magrib para calon ATS berkumpul di Planet Holiday untuk menyiapkan segala sesuatunya. Menyusun meja, kursi, garis-garis batas, training kit (tas, buku, pulpen, dan buku saku panduan alumni), peralatan, dsb. Untuk training minggu lalu itu, semua persiapan baru dapat dimulai jam 10 malam karena kebetulan malam itu Galaxy room dipakai seminar oleh Asuransi Prudential hingga jam 9 malam. Sehingga baru jam 01.30 pagi kami selesai mengatur ruangan. Saya sampai rumah hampir jam 2, ngobrol sebentar dengan istri lalu tidur. Alhamdulilah jam 4 sudah bangun kembali untuk tahajjud dan subuh, mempersiapkan diri, dan jam 05.40 meninggalkan rumah menuju hotel. Sesampainya di hotel saya dibuat kagum oleh pada para ATS lain, mereka semua sudah hadir di ruang training pagi itu!! Padahal saya kira karena tadi malam pulang sudah sangat larut, mungkin ada yang akan datang terlambat. Ternyata tidak, malahan saya yang bisa dianggap terlambat. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang punya komitmen sangat tinggi.

ATS bertugas dari jam 6 pagi sampai 8 malam. Diawali dengan briefing bersama yang terdiri dari do'a, review kegiatan hari sebelumnya, penjelasan singkat materi training dan apa yang harus dilakukan ATS pada setiap materi tsb, sesi singkat tanya jawab, dan yell-yell (yell ESQ, ikrar, dan salam semut). Kemudian masing-masing ATS akan menuju posisi tugas masing-masing untuk menyambut peserta; ada yang di lobby hotel, di lantai 2, di lantai 3, di registrasi/absensi, di dalam ruangan training, di belakang layar, dsb. Semuanya bekerja untuk membantu menyiapkan agar tidak ada acara yang tersendat, terganggu, kacau, salah, atau sampai mengecewakan. Dalam kata-kata Pak Sonny Pane, koordinator ATS laki-laki: "Kita bekerja untuk menjamu tamu agung, tamu Allah". Maka para ATS benar-benar berusaha melayani para peserta dan alumni dengan sebaik-baiknya. Semua dilakukan dengan ikhlas, tidak dibayar, dan hanya berharap ridha Allah SWT.

Pada saat training berlangsung, ATS standby di posisi masing-masing. Ada yang jaga pintu (terutama sekali saat ruangan dalam keadaan gelap, tidak boleh ada yang keluar-masuk lewat pintu utama), ada yang jaga lampu (harus mengikuti kode posisi lampu yang disampaikan oleh Asst. Trainer lewat handytalkie), ada yang di belakang layar, dan yang lain menjaga di belakang peserta. Di saat standby di posisi masing-masing inilah, meski sedang bertugas, ATS juga dapat mengikuti materi training dengan baik dan bisa dibuat menangis juga kok :). Tentunya tidak dapat secara bebas melepaskan tangisan seperti peserta.

Di akhir setiap sesi, saat para peserta break pagi/siang/sore, ATS menyiapkan alat bantu training untuk sesi berikutnya, menyediakan tempat shalat berjamaah, merapikan kursi, dan mengatur peserta agar duduk di tempat yang telah ditentukan (jika tukar posisi duduk pria dan wanita). Juga untuk mengingatkan peserta untuk kembali ke ruang training dengan membunyikan mainan bebek. Jika sudah selesai semua, barulah ATS bisa istirahat secara bergantian. Setelah training selesai, ATS kembali mengadakan briefing bersama Asst. Trainer/Trainer untuk mereview training hari itu dan persiapan untuk hari berikutnya. Juga ada do'a, yell dan salam semut.

Secara fisik cukup melelahkan namun secara batin sangatlah membahagiakan, karena ATS membantu orang lain mendapatkan pengalaman spiritual yang tak mereka dapatkan di tempat lain. Itu yang membuat bahagia. ATS hadir untuk membantu training dan training adalah wadah ATS untuk menzakatkan fithrah menolongnya.

Dalam salah satu materi training ESQ disebutkan ada 4 jenis kebahagiaan; fisik, intelektual, emosi dan spiritual. 3 kebahagiaan yang pertama diperoleh karena kita diberi/menerima, dan yang terakhir dirasakan ketika memberi. 3 hari penuh sebagai ATS aku sangat merasakan kebahagiaan karena memberi itu. Kebahagiaan ketika membantu, melayani, mempersilakan, dan memberi senyuman. Kebahagiaan ketika rela menyusun sepatu-sepatu peserta yang tidak diletakkan pada tempatnya. Kebahagiaan ketika ikhlas mengumpulkan sampah, balon, tissue, batu-batu jumrah, dsb yang kadang dibiarkan begitu saja dalam ruang training. Kebahagiaan ketika melihat peserta mendapatkan hidayah Allah SWT. Kebahagiaan ketika memiliki kemampuan mengatur kebahagiaan diri sendiri, yang didapat hanya ketika memberi/mengeluarkan. Kebahagiaan yang tanpa embel-embel jabatan, pamrih, uang, posisi, gengsi, dan ego.

Menjadi ATS adalah keikhlasan tanpa pamrih dan hanya mengharap ridha pahala dari Allah SWT. Menjadi ATS adalah menzakatkan fithrah saling menolong. Menjadi ATS adalah bagian dari total action membantu kelancaran acara training.

Aturan baru dari Korwil Kepri mulai Maret ini, ATS yang bertugas haruslah yang bisa full time 3 hari (tidak boleh setengah-setengah), dibatasi sesuai jumlah peserta (kalau tidak salah, komposisinya 1:10), dan akan dipergilirkan (agar jangan orang yang itu-itu saja yang menjadi ATS). Di sisi lain, ATS mendapatkan peningkatan perhatian dari Korwil berupa tersedianya sarapan pagi (kue dan minuman), makan siang dan makan malam.

Untuk training angkatan berikutnya, aku ingin kembali mendaftar sebagai ATS. Boleh dibilang, aku ketagihan! :)

Saturday, March 03, 2007

Langit Merah Mawar

Subhanallah !


Peristiwa kosmik milyaran tahun yang lalu baru dapat terungkap di abad 20 melalui kecanggihan teknologi teleskop manusia. Padahal 14 abad yang lalu, seorang manusia yang ummi (buta huruf) telah menyampaikannya kepada umat manusia.

Muhammad SAW menyampaikan kata-kata Tuhannya:
Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (Ar Rahmaan 37)

Adakah kebenaran yang lebih mutlak selain dari kalimat-kalimat Allah SWT?

6 Sigma Mini Celebration

Penutup dari rangkaian panjang program training 6 Sigma bagi para senior staff di lingkungan Jurong HiTech Group adalah sebuah mini celebration yang diadakan di Raffles Marina, Singapore pada tanggal 9/Feb lalu.

Berikut adalah photo-photo yang sempat direkam sebagai kenang-kenangan:

Acara makan malam selesai jam 10PM (waktu Singapore), yang kami lanjutkan dengan pembicaraan santai di kamar hotel dengan Mr. Chua Choon Chye, President Director dari PT Plexus Manufacturing Indonesia- Batam. Pemandangan malam ke arah jembatan penyeberangan Singapore-Malaysia nampak menarik karena sinar bulan yang jatuh ke jembatan menimbulkan bayang-bayang panjang di permukaan laut.

Aku masuk ke kamar jam 1.00AM (atau sama dengan jam 12 malam WIB), dan sebelum tidur sempat menelpon ke Receptionist untuk dibangunkan jam 5.00AM, aku ingin bertahajjud kepadaNya.

Tapi sebelum dibangunkan, aku malah sudah bangun duluan jam 4.30AM. Selesai tahajjud, berdo'a dan dilanjutkan dengan shalat Subuh, aku tidak kembali ke balik selimut. Aku turun ke pinggir pantai, ke tempat dimana ratusan kapal, yacth dan speedboat pribadi diparkir, sambil berlari-lari kecil menggerakkan tubuh. Menunggu matahari terbit, aku berjalan sekeliling resort dan ketika melihat kolam renangnya yang bagus, aku jadi tertarik untuk mencobanya. Untung saja Mama Ani telah menyiapkan celana renang dalam tas yang kubawa. Sehingga pagi itu ketika teman-teman yang lain masih tidur, aku sudah asyik berenang sendirian.

Pak Chua datang jam 9.30AM, terlihat masih mengantuk ketika menemui kami di restoran saat sarapan.

Sempat juga berphoto-photo di sekitar kolam renang dan pinggir pantai:


Pak Chua mengajak kami jalan-jalan ke beberapa tempat di Singapore seperti ke Merlion Park, Esplanade Theater, dan ke sebuah restoran Jepang Sakura di dekat National University of Singapore. Yang unik dari restoran ini adalah para pengunjung bebas makan apa saja, sebanyak-banyaknya dengan hanya membayar S$20 (dewasa)/S$10 (anak-anak) dari jam 11AM sampai 14PM. Sangat mengenyangkan dan membuatku mengenal begitu banyak jenis masakan Jepang!


Thanks untuk Pak Chua yang telah membawa kami jalan-jalan.

Wednesday, February 28, 2007

Gonjang-Ganjing Lagi

Ada kabar perusahaan tempatku bekerja ini akan tutup lagi !! Udah rame gosipnya tersebar di kalangan karyawan, dan yang namanya gosip ya jelas ditambah di sana sini dan banyak kekurangannya.

Yang aku tahu sih begini: kontrak sewa gedung dengan Batamindo akan berakhir bulan Agustus 2007 ini dan sebagaimana biasa 6 bulan sebelum berakhir harus diberitahukan apakah akan diperpanjang atau tidak. 6 bulan sebelum Agustus adalah Februari dan sampai hari terakhir ini (tulisan ini dibuat tanggal 28 Feb) belum ada kabar yang jelas.

Kedua, dalam meeting di Raffles Marina akhir minggu kedua Feb., the President of Jurong Technology Industrial Corporation Mr Lee Lok Fui mengatakan bahwa lokasi pabrik baru sebagai integrasi dari pabrik-pabrik di S'pore-Malaysia (JB)-Batam telah siap. Lokasi di Nusajaya, Gelang Patah, Johor Bahru ini akan menjadi semacam one-stop service yang menyediakan semua yang dibutuhkan oleh pabrikan besar. Di sana akan ada pabrik plastik-moulding (dibeli dari pulau Penang, dan akan mulai beroperasi 1 Maret ini), pabrik casing-metal (dalam perencanaan), pabrik perakitan (seperti yang sekarang ada di Batam, JB, China, dll), dan satu lagi aku lupa. Dikatakan bahwa ini adalah satu cara untuk bisa survive dalam persaingan sangat ketat di dunia elektronik.

Ketiga, dalam kesempatan lain sesudah meeting, President Director PT Plexus Manufacturing Indonesia (yang merupakan subsidiary dari Jurong HiTech group), Mr. Chua Choon Chye mengatakan bahwa secara pribadi dia menginginkan operational di Batam tetap berjalan. Kemungkinan project yang akan dikerjakan adalah yang non-Motorola, seperti SmartDTV, iFoundry, Agilents dan beberapa type modules. Namun karena masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan, maka akan lebih diperjelas lagi di kemudian hari.

Keempat, arahan yang sudah diberikan adalah untuk mengurangi karyawan yang ada saat ini. Terutama sekali karyawan kontrak, yang tidak akan diperpanjang kontraknya. Demikian juga untuk memberikan persetujuan bagi yang mengajukan pengunduran diri. Untuk bulan Maret, dari Produksi ada 40 orang yang kontrak kerjanya akan berakhir, dan semua telah kuserahkan ke HRD untuk dilepas. Target berikutnya adalah yang akan finish contract di bulan April, sejumlah 44 orang dari Produksi.

Melihat fakta-fakta yang ada, nampaknya sikap paling baik saat ini adalah 'wait and see'. Jika Plexus masih bisa bertahan, then it will be good. Jika tidak, akan dipertimbangkan dulu paket remunerasi yang ditawarkan untuk ikut pindah ke Nusajaya (sebagian karyawan direncanakan akan dipindah), jika menarik then I'll work in JB. If not, I'll search the opportunity in other company.

Uang pesangon? Nanti aja dihitung ! ;)

Pemicu Semangat

Batam hujan tiba-tiba pagi ini, yang lumayan deras. Dibilang tiba-tiba karena udah lama banget ngga' ada hujan, tanah-tanah pada kering, jalanan berdebu, dan ngga' ada tanda-tanda bakalan turun hujan. Syukurlah, artinya ini kan rahmat dariNya. Dan kita harus mensyukuri itu!

Tapi gimana Mama Miar, Ani dan ADA pulang sekolah ya? (Mama Miar? Ya, Mamaku tercinta sedang main ke Batam, setelah pulang jalan dari Kuala Lumpur dan Singapore.) Ah, mudah-mudahan taxi Jambang langganan kami lagi ngga' sibuk, sehingga bisa menjemput dan mengantarkan mereka pulang.

Sebenarnya ngga' penting-penting amat buat dituliskan di blog ini, tapi ini lebih sebagai pemicu semangat agar rajin-rajin menulis di blog. Soalnya udah lama banget (6 bulanan?) jarang menulis lagi! Mudah-mudahan setelah ini akan lebih rutin mengisinya.

Thursday, August 24, 2006

Pendidikan dan Tunas Bangsa

(Posting ini adalah email gue ke teman-teman kantor menanggapi kemenangan para pelajar Indonesia di ajang Olimpiade Fisika Dunia di Singapore 2006)

Ya, di tingkat pelajar, Indonesia memang sangat membanggakan. Baik itu di olimpiade Fisika, Kimia, maupun Matematika. Pelajar-pelajar kita sangat potensial dan hebat. Medali emas adalah langganan mereka. Bukan hanya sekali ini, tapi telah berlangsung cukup lama.

Itu karena mereka dilatih secara khusus, terpadu, dengan jadwal yang sangat padat dan materi yang berat, dan dilatih oleh para pakar di bidangnya. Untuk diketahui bersama, materi yang diajarkan adalah materi yang sama yang didapat oleh mahasiswa S2 !!

Masalahnya adalah, kenapa di tingkat lanjutan (ilmuwan, peneliti, dsb) nama Indonesia tak begitu terdengar? Karena tak banyak dari para pelajar ini yang sampai ke tingkat itu (ilmuwan/peneliti) pada akhirnya. Banyak yang 'mati' sebelum mencapai itu.

Kebanyakan para pelajar ini memang mendapatkan beasiswa, sebagian besar ke luar negeri (Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Singapore, dll). Mereka tetap hebat dan pintar selama sekolah/kuliah, tetap mengharumkan nama Indonesia. Tetapi setelah kembali ke Indonesia, mereka tidak mendapatkan wadah untuk berkembang. Indonesia memang punya LIPI, tapi hanya sebagai showroom dan menara gading. Hasil-hasil penelitian mereka tidak applicable dan jauh dari memasyarakat. Apalagi orang-orangnya, siapa rakyat Indonesia yang kenal?

Sistem birokrasi pendidikan dan pemerintahan kita sama sekali tidak mendukung untuk itu, malah cenderung mematikan mereka. Ada cerita beberapa tahun lalu mengenai seorang pelajar kita (namanya Iwan Suryaputra, kalau tidak salah ingat dari Sulawesi) yang dapat beasiswa S2 di Jepang. Karena kepintaran Iwan, setelah kuliah S2-nya selesai, Professor penelitiannya mengajak ia bergabung sebagai anggota tim peneliti untuk mengembangkan fusi dingin. Hingga saat itu, dunia kimia hanya mengenal fusi panas (fusi adalah penggabungan/peleburan inti atom kimia). Jadi bisa dibayangkan betapa langkanya kesempatan yang diperoleh Iwan (meneliti hal yang sama sekali belum pernah ada di dunia dan sebagai satu-satunya orang asing di tim penelitian Jepang itu) dan betapa akan sangat sensasionalnya keberhasilan penelitian tsb. Baru saja ia memulai penelitian tsb di bawah bimbingan sang Professor Jepang, Pemerintah Indonesia memanggilnya pulang. Meski Iwan telah menjelaskan keterlibatannya di proyek penelitian langka tsb, Pemerintah RI tetap memaksanya pulang dengan alasan membutuhkannya untuk tugas penting di Indonesia. Iwan mengalah dan mengundurkan diri dari tim penelitian dan pulang ke Indonesia. Tahu tugas penting apa yang menunggunya? Mengajarkan dasar-dasar komputer kepada teman-teman sekantornya !!!

Karena sistem yang tidak mendukung itulah, banyak yang 'membangkang' bertahan di luar negeri (tidak mau dipanggil pulang ke Indonesia) atau 'melarikan diri' untuk bekerja di lembaga pengetahuan/penelitian ternama di luar negeri. Mereka-mereka ini tidak lagi membawa nama Indonesia, tidak bekerja untuk kepentingan Indonesia, tidak memberikan hasil kecemerlangan otaknya untuk Indonesia. Lembaga/negara asinglah yang mendapatkan keuntungan atas kepintaran mereka.

Sangat disayangkan memang, tapi itulah yang terjadi.
Selama kebobrokan sistem pendidikan dan pemerintahan kita tetap seperti ini, potensi-potensi anak bangsa yang luar biasa tidak akan bisa tumbuh dengan baik di Indonesia. Pada akhirnya yang rugi adalah bangsa Indonesia sendiri, dan bangsa asinglah yang menikmatinya !!

Nadine dan Kecantikan

(Posting ini diambil dari email gue ke teman-teman di kantor menanggapi soal keikutsertaan Nadine Chandrawinata di ajang Miss Universe 2006)

Not so pretty, Bro'.
Nadine menurut gue menarik, tapi typical face-nya masuk kategori membosankan.
Kalau dari sudut pandang bule (Europe, Aussie & Amrik), kecantikan Nadine tergolong biasa saja. Silakan surfing di forum-forum diskusi internet tentang kecantikan wanita Asia (Indonesia adalah salah satu yang paling digemari, selain Vietnam!) untuk membuktikan.
Menurut mereka malahan Lola Amaria, Tiara Lestari, atau Anggun C Sasmi jauh lebih cantik dan eksotik !!

Masih ingat ketika Guruh Sukarno Putra menikah dengan seorang gadis keturunan Kyrgystan (eh atau Kazakhstan ya?, pokoknya negara pecahan Uni Soviet di Asia Barat gitu....) ? Dia disebut dan disanjung sangat cantik. Tapi ternyata kecantikan seperti istri Guruh itu sangat standar di sana. Malahan di salah satu surat pembaca di Kompas ditulis kalau pelayan resto McDonald di sana lebih cantik dari istri Guruh itu !!

So, kecantikan adalah soal sudut pandang, selera, dan budaya. Tak bisa disamaratakan, seperti yang dilakukan dalam berbagai pemilihan ratu-ratuan ini, baik di tingkat lokal, daerah, nasional, ataupun internasional. Memilih dan menunjuk satu orang sebagai simbol kecantikan adalah pembodohan terhadap publik serta juga pembuktian hegemoni tertentu terhadap masyarakat/dunia. Coba saja pikirkan; sekelompok kecil orang dalam panel juri memaksa bagian terbesar masyarakat untuk mengakui bahwa orang yang mereka pilih adalah yang paling cantik di masyarakat, sehingga layak menjadi simbol untuk diikuti/disanjung/diberi kehormatan, dsb. Tak masuk akal, kalau menurut gue!

Kembali ke soal Nadine, jika ia sukses di ajang Miss Universe ini (waktu nonton salah satu infotainment hari Senin lalu, disebutkan kalau ia masuk 4 besar dalam penilaian juri dan polling dunia), maka Indonesia harus bersiap-siap dengan banjirnya produk-produk yang menjadi sponsor utama penyelengaraan Miss Universe, masuk, menyerbu dan menguasai pasar Indonesia. Ya, ini adalah konsekwensi logis dari hasil setiap pemilihan Miss Universe / Miss World. Negara pemenang akan dibanjiri oleh produk-produk kosmetik, kecantikan, fashion, kesehatan, dll dari para sponsor !!!

Miss adalah ikon yang harus ditiru masyarakat. Masyarakat (yang dibodohi) akan membeli produk-produk yang digunakan sang ikon. Produk-produk tersebut akan menjadi budaya bagi masyarakat. Perusahaan yang membuat produk itu akan diuntungkan, semakin besar dan pemiliknya akan menjadi sangat kaya.
Jadi, pemilihan ratu-ratuan ini tak lebih dari sekedar trik bisnis, friends. Tak lebih dan tak kurang, dan itulah kenyataannya. Hanya saja selubung ini tak banyak dilihat orang.

Menilai kecantikan itu harus dengan hati, karena kecantikan itu ada di sana.
Bukan di wajah, bukan di tubuh.

Anybody with me ?