Thursday, May 31, 2007

Website FKA ESQ Batam Diluncurkan

Hari ini Website FKA ESQ Batam secara resmi mulai diluncurkan. Aku mendapatkan informasi peluncuran website melalui email dari webmaster-nya sendiri, Kang Didan.

Alhamdulillah website ini ternyata tampil sangat menarik, hidup, interaktif, navigasinya mudah, dan informatif. Meski di sana sini masih perlu perbaikan, namun aku yakin berkat partisipasi dan sumbang saran semua alumni, maka mudah-mudahan website ini bisa menjadi ajang komunikasi bagi para alumni ESQ Batam.

Hidup FKA ESQ Batam!

Tuesday, May 29, 2007

Novel Di Atas Sajadah Cinta

Nampaknya aku sudah menjadi salah seorang dari penggemar karya-karya novel sastra Islami dari Habiburrahman El Shirazy. Novel-novel karyanya benar-benar novel pembangun jiwa, sebutan yang diberikan ketika ia meluncurkan novel Ayat-Ayat Cinta.

2 karya lain dari Kang Abik (panggilan akrab Habiburrahman El Shirazy) Di Atas Sajadah Cinta dan Pudarnya Pesona Cleopatra yang beberapa bulan lalu pernah kubaca, kemaren sore aku baca ulang. Jika dulu aku membacanya biasa-biasa saja, maka baca ulang kali ini memberikan kesan yang mendalam di hati, terutama pada Di Atas Sajadah Cinta. Ada pelajaran dan hikmah yang kudapat.

Kalimat dan episode paling menyentuh dari mini novel Di Atas Sajadah Cinta buatku adalah ketika tokoh Zahid menangis terlambat bangun untuk shalat tahajjud dan mengucapkan do'a: “Ilahi, jangan kau gantikan bidadariku di syurga dengan bidadari dunia. Ilahi, hamba lemah, maka berilah kekuatan.”

Sungguh gambaran rasa cinta yang luar biasa kepada Allah SWT. Zahid tidak ingin setetes rasa cinta dunia menghalanginya mendapatkan surga akhirat. Bayang-bayang rasa cinta dan rindu serta tidak ingin kehilangan Afirah bercampur dengan rasa cinta dan takut adzab Allah SWT, membuatnya jatuh pingsan dan mengakibatkan ia terlambat bangun shalat tahajjud.

Aku tertonjok sangat. Aku belum sampai pada tingkat kecintaan yang begitu tinggi dan agung. Aku tidak menyesali tidak melaksanakan shalat tahajjud, jika terbangun aku akan shalat, tapi jika baru terbangun di saat subuh, aku merasa tidak apa-apa. Padahal shalat sunat tahajjud bernilai sangat tinggi dan merupakan puncak kedekatan seorang hamba dengan penciptanya.

Aku sudah coba melecut diri untuk lebih rajin shalat tahajjud, antara lain tidak tidur terlalu malam, selalu mengingatkan diri menjelang tidur agar bangun lebih cepat, meminta istri membangunkanku jika ia terbangun tengah malam, sampai menyalakan alarm. Namun kadang-kadang usaha itu tidak berhasil juga. Berat kantuk di pelupuk mata jauh menggodaku untuk lebih memilih tidur daripada menghadap Allah SWT. Rasa malas menggayuti dan menakut-nakuti diriku akan dinginnya air wudhu. Aku lebih sering kalah daripada menang menghadapi setan-setan itu. :(

Aku ingin seperti Zahid yang memiliki cinta Ilahi sangat besar. Aku ingin lebih dekat dengan Allah SWT, antara lain melalui shalat tahajjud. Akan kucoba terus...

PS: Untuk yang ingin membaca Di Atas Sajadah Cinta secara online, silakan ke tautan ini.

Sunday, May 27, 2007

Di Belakang Truk Sampah

Pernah mencium aroma dari truk sampah yang lewat di depan rumah atau saat berpapasan di jalan? Mungkin saat mencium baunya kita akan langsung menutup hidung, menahan nafas, menaikkan kaca mobil, atau menutup pintu dan jendela rumah, agar bau busuk yang menyengat dari kumpulan sampah-sampah itu tidak terhirup lama-lama. Bagi sebagian orang, bau itu bisa membuatnya menyumpah-nyumpah dan bagi sebagian lagi akan menyebabkan muntah.

Tapi pernahkah terfikir oleh kita tentang bagaimana para petugas sampah (dan juga para pemulung) itu 'berteman' dengan bau dan limbah-limbah buangan tersebut? Bukankah mereka juga punya hidung untuk membaui semua itu? Bukankah mereka juga punya rasa jijik? Bagaimana mereka beradaptasi?

Itulah yang tadi terfikir olehku ketika berada persis di belakang sebuah truk sampah di lampu merah Simpang Kabil saat kembali dari menjemput Mama Ani dan ADA berenang di Sukajadi. Sebenarnya aku tidak sengaja untuk mengarahkan motor ke belakang truk sampah itu, karena yang kulihat di depan hanyalah sebuah truk tanpa melihat apa bawaannya. Apalagi jalur itu memang jalur kosong (jalur kanan bagi kendaraan yang akan ke Muka Kuning sudah penuh), sehingga aku mengarahkan motor ke situ. Aku baru menyadari itu sebuah truk sampah saat Mama Ani mengomel "Kok di belakang truk sampah sih, Pa? Bau nih!!".

Udah kepalang di situ dan tak bisa mundur, aku menjawab omelan Mama Ani dengan guyonan "Kapan lagi Ma, mencium bau sampah satu truk begini? Ngga' tiap hari lho. Nikmati aja ya..." kataku sambil senyum-senyum.

Mama Ani menjawab sengit "Papa ini aneh-aneh aja. Bau sampah kok dinikmati!?" katanya sambil menutup hidung.

Aku tertawa dan saat itulah terfikir pertanyaan-pertanyaan di atas tadi. Ya, bukankah para petugas itu 'menikmati' aroma sampah ini setiap hari? Itulah ladang sumber nafkah halal mereka mencari kehidupan untuk keluarganya. Sebagian dari mereka bahkan mungkin telah bekerja seperti itu puluhan tahun. Pernahkah mereka mengeluh? Pernahkah mereka menyesali pekerjaan itu? Pernahkah mereka kesal dengan sikap pongah kita yang meremehkan pekerjaan mereka? Atau marah karena sebagian dari kita juga jijik kepada mereka?

Pertanyaan-pertanyaan itu membuatku sangat mensyukuri pekerjaanku yang 'bersih'. Aku tidak harus membaui aroma busuk sampah, karena aku bekerja dalam ruangan wangi ber-AC. Aku tidak harus bergelut dengan limbah-limbah kotor, karena aku duduk di belakang meja kerja yang dilengkapi dengan perangkat komputer, lemari file, kursi-kursi, folder-folder, rak surat, pesawat telepon, bahkan sepasang speaker untuk mendengarkan musik dari komputerku. Aku tidak harus bekerja banting tulang berpeluh-peluh di bawah terik sinar matahari, karena aku bekerja dalam ruangan yang lampu dan AC-nya menyala 24 jam. Aku tidak harus....

Perbandingan itu bisa terus berlanjut panjang. Tapi buatku kejadian 'salah ambil jalan' di belakang truk sampah tadi bukanlah hal yang perlu disesali. Aku dapat mengambil pelajaran dari aroma 'sedap' sampah-sampah itu, bahkan menikmatinya! :)

Untuk para petugas sampah dan kebersihan dimana pun berada, salam hormat dan terima kasih untukmu!

Saturday, May 26, 2007

Andai Kutahu

Lagu Andai Kutahu dari grup musik Ungu menjadi Lagu Paling Ngetop dalam SCTV Music Awards yang digelar tadi malam.

Hasil ini adalah berdasarkan pilihan jutaan pemirsa SCTV di seluruh Indonesia melalui polling SMS beberapa waktu terakhir.

Aku senang lagu ini menjadi lagu paling ngetop bagi banyak orang, karena aku juga menyukainya. Mudah-mudahan pilihan para pemirsa atas Andai Kutahu adalah karena juga merasakan getaran yang sama dengan yang kurasakan.

Selamat untuk Ungu !

Friday, May 25, 2007

Gagal Nonton Spiderman 3

Yah... ngga' jadi deh nonton Spiderman 3 !

Ternyata film yang 'disalin' kemaren itu (aslinya sih: dibajak) salah format jadi DVD. Lupa ngasih tahu Yusril agar di-format ke VCD aja, biarpun CD kosong yang dibeli adalah untuk DVD. Sementara di rumah hanya ada VCD Player. Ngga' cocok deh...!

Aku kecewa, Mama Ani kecewa, dan si ADA juga kecewa. Padahal kami udah duduk dengan manisnya di depan TV, siap menonton. Ternyata setelah lama ditunggu-tunggu, di layar tetap aja hitam ngga' ada gambar apa-apa. Periksa punya periksa, ketahuan deh penyebabnya.

Ah lain kali aja nontonnya, siapa tahu ini memang punya arti tertentu. Paling tidak: jangan nonton VCD bajakan dan jangan jadi pembajak! Hahahaha....

Thursday, May 24, 2007

Banyak Laporan, Pusiiiing....!

Sekembalinya dari meninjau lokasi pabrik yang baru di JB minggu lalu, aku disibukkan dengan banyak hal terkait dengan itu. Antara lain:

1. Membuat laporan kompilasi hasil interview operator.
2. Mengkaji kontrak karyawan yang masih ada di Batam untuk disesuaikan dengan rencana produksi 3 bulan ke depan.
3. Membuat justifikasi kebutuhan dan kapasitas produksi di pabrik baru untuk forecast Juli-Agustus- September.
4. Kalkulasi kebutuhan indirect material untuk set-up awal di pabrik yang baru.

Ditambah lagi dengan reaksi cepat atas kesalahan komponen pada salah satu produk yang terjadi Sabtu malam lalu, yang membuatku harus menyelesaikannya dan terpaksa masuk kerja hari Minggu-nya.

Semua itu membuat waktu untuk posting tulisan baru ke blog ini menjadi habis. Sehingga rencana untuk upload photo-photo kunjungan belum sempat juga dilakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilaksanakan.

Saturday, May 19, 2007

Satu Hari Tiga Negara - 2

(Posting lanjutan dari tulisan ini)

Selanjutnya kami pergi makan siang di salah satu restoran India (lagi!). Aku menikmati nasi putih berlauk gulai kikil, burung dara goreng, tahu saus, sayur kacang panjang, dan minuman Sprite dingin. Teman-teman yang lain kebanyakan juga memilih nasi putih dan lauk-lauk standard, berbeda dengan Pak Chua (General Manager) dan David (Operation Manager) yang memilih nasi Brani (nasi khas India, semacam nasi uduk yang berlemak). Bu Amei (Account Manager) yang duduk di sebelah Pak Chua sempat melirik tagihannya, RM 84 untuk makan 11 orang (si sopir ngga' makan, katanya masih kenyang dengan sarapan tadi). Jika dikonversi ke Rupiah (RM 1 = Rp 2500), maka rata-rata sekitar Rp. 20.000 saja per orang.

Dari Gelang Patah, kami selanjutnya menuju JHM di Desa Cemerlang - Ulu Tiram. Di JHM telah menunggu 63 orang untuk kami interview, terdiri dari para operator Produksi dan QA yang semuanya adalah orang Indonesia. Berkat bantuan Hermin (Logistic Manager), Yati (HR Asst Manager), dan Binner (Planning Asst Manager), maka aku (Prod Asst Manager) dan Ida (Sr. QA Supervisor) bisa menyelesaikan sesi wawancara itu dalam waktu sekitar 45 menit. Sementara kami mewawancara, Hadimun (Enggineering Asst Manager), Foo Teck Meng (QA Engineer), Rose (Admin Asst Manager) dan Pak David berkeliling factory dengan Pak Chua.

Setelah selesai semua urusan di JHM (termasuk menyerahkan sample reject shield iSirius kepada Pak Stanley Teing (JHM QA Manager) dan sempat bertemu muka dengan sahabatku Moh. Ridzuan), maka kami kemudian bergerak meninggalkan Ulu Tiram. Ternyata Pak Chua mengajak kami untuk makan lagi, padahal baru jam 5 sore (atau jam 4 waktu Indonesia Barat) sebenarnya. Tapi demi menghormati ajakannya, maka jadilah kami 'makan malam dini' itu. Kali ini hidangannya adalah seafood beraneka macam, mulai dari udang, kerang, sotong sampai kepiting. Juga ada tom yam, cah kaylan, cah kangkung, dan minuman (aku minum Cappucino Tongkat Ali, hahahaha!). Semuanya RM 155. Dari sini kami berpisah dengan Pak Chua karena beliau ada meeting lain jam 19.00. Thanks for your hospitality, Sir!


Jam 18.30 sore kami melewati Secondlink lagi untuk kembali ke Singapore. Aku sempat khawatir akan mendapat masalah di imigrasi Singapore (passport-ku sudah nyaris penuh, tak ada tempat untuk chop stempel lagi), tapi untungnya tidak menjadi kenyataan. Tanpa banyak tanya petugas imigrasi itu mengecap passportku di halaman yang masih bisa diselipkan stempelnya.

Sampai di Harbour Front sudah jam 19.50, langsung booking ferry Penguin lagi (karena tiketnya memang tiket return) ke Batam pukul 20.40 (waktu Singapore). Sampai di Batam sekitar pukul 21.10 WIB (telat 15 menit, kapal jalannya lambat). Ternyata tidak ada mobil jemputan dari PT yang menunggu, karena sopirnya sudah pulang. Akhirnya aku ke PT naik taksi, dan di PT dijemput oleh Bayu dengan motor GL Pro, sampai di rumah jam 22.00.

Perjalanan melintasi 3 negara, dari jam 7 pagi sampai 10 malam, 8 stempel imigrasi di 4 pos perlintasan, bertemu warga 7 negara (Singaporean, Malaysian, Indonesian, Piliphino, Vietnamesse, Indian, dan Chinesse), melelahkan, seru, dan mengenyangkan! Dan satu lagi: gratis! :)

Satu Hari Tiga Negara - 1

Hari Kamis 17/May kemarin aku dan teman-teman kantor mengadakan perjalanan ke Johor Bahru, Malaysia. Agendanya adalah meninjau lokasi pabrik baru di Nusajaya - Gelang Patah, melihat apartment yang akan ditinggali nanti, serta melakukan interview singkat di Jurong HiTech Sdn Bhd, Desa Cemerlang - Ulu Tiram untuk mengidentifikasi operator-operator yang akan ditempatkan di pabrik baru tersebut.

Perjalanan dimulai dari Batam Centre International Terminal, seperti biasa dengan ferry Penguin menyeberangi selat menuju Harbour Front, Singapore. Penumpang cukup banyak karena hari Kamis adalah hari libur nasional, sehingga banyak warga Batam memanfaatkannya untuk berkunjung ke Singapore, Malaysia, atau negara-negara lain sekitar. Sampai di Harbour Front pukul 9 pagi (waktu Singapore, atau jam 8 pagi WIB), mobil van milik JHM (Jurong HiTech Malaysia) sudah menunggu dan siap mengantar kami.

Sebelum menyeberang ke JB, mobil van ke terminal bus Jurong Point dulu untuk menjemput salah seorang teman. Selanjutnya langsung ke custom imigrasi Singapore dan melintasi jalur SecondLink menuju JB. Sampai di Gelang Patah sekitar jam 10.30 pagi (waktu Malaysia), kami singgah di restoran India untuk menikmati sarapan. Aku memesan Roti Prata dan Milo Ais (susu Milo pakai es), sementara teman-teman lain menikmati Roti Prata-nya dengan Teh Tarik, Kopi dan Nes Ais (ini adalah sebutan untuk Nescafe pakai es). Cukup murah, RM 28 untuk 12 orang.

Tujuan berikutnya adalah melihat-lihat apartment yang akan kami tinggali nanti. Nama Apartment-nya adalah Nusa Perdana, terdiri dari 4 blok yang masing-masing berlantai 16. Berjarak hanya 300 meter dari lokasi pabrik yang baru, jadi jika suatu saat ketinggalan mobil jemputan, bisa berjalan kaki dari apartment ke pabrik. Fasilitas yang tersedia di apartment ini cukup bagus, seperti area olahraga (kolam renang, lapangan basket, bulutangkis dan volley), kantin, toko serba ada, keamanan 24 jam, dan area parkir yang luas. Sementara untuk apartment-nya sendiri, dalam satu rumah terdiri dari 3 kamar tidur, 2 toilet (salah satu berada di kamar tidur utama), ruang tamu/keluarga/makan, dapur, dan area jemur cucian. Furniture tersedia cukup lengkap, seperti kulkas, sofa tamu, meja makan, kompor gas, televisi, tempat tidur springbed Queen size, AC & kipas angin, serta lemari 3 pintu di setiap kamar (menyatu dengan dinding kamar).

Setelah melihat-lihat dan berfoto di sekitar apartment, kami kemudian menuju ke lokasi pabrik. Dari pinggir jalan terlihat bahwa kerangka bangunannya sudah jadi, sudah beratap, dikelilingi tembok, dan masih terus dikerjakan pembangunannya. Saat masuk ke dalam, sebagian lantai masih sedang disemen (belum kering), belum ada jaringan listrik, dinding belum diplester, dan jalan di sekelilingnya masih tanah lembek. Aku perkirakan pembangunannya masih sekitar 60% jadi, membuatku berfikir apakah bisa selesai dalam waktu waktu 1 bulan sesuai rencana (yang juga sudah molor itu)?

Dari pabrik, kami berjalan-jalan sebentar melihat pabrik plastik moulding SEB & Microfab yang berada di sebelahnya (kedua perusahaan ini berada dalam payung korporasi yang sama dengan Jurong HiTech Group yaitu Jurong Technology Industrial Corporation). SEB adalah perusahaan plastik moulding yang dibeli JTIC dari Penang, dipindahkan operasionalnya ke JB dan telah mulai beroperasi sejak April lalu.

Bersambung ke sini.....

Wednesday, May 16, 2007

Satu Enam Lima

Hari ini adalah tanggal 16 bulan 5.
Bagi alumni ESQ yang memiliki komitmen tinggi, maka angka tanggal ini jika digabung (menjadi 165) memiliki makna yang sangat berarti. Angka 165 merupakan simbol dari 1 Hati pada Yang Maha Pencipta, 6 Prinsip Moral (berdasarkan pada Rukun Iman) dan 5 Langkah Sukses (berdasarkan Rukun Islam).

Aku menerima terusan pesan SMS Pak Ary Ginanjar Agustian di HP-ku (yang 3 digit terakhirnya adalah 165) dari Pak Sonny Pane sebagai berikut:

Assww. Hari ini tgl 16 bulan 5, kita perlu menjadikan momentum tanggal ini sbg tonggak bersejarah menjadi Hari Kebangkitan Moral yg harus kita peringati setiap tahun hingga anak cucu kita kelak. Yaitu menyatukan kembali 3 nilai yg selama ini terpisah dan tercerai berai menjadi satu kembali yaitu bersatunya 165. Kita yakini itulah ciri kebangkitan peradaban Bangsa dan Agama yg Luhur. Setiap pengurus Korwil, Korda dan pengurus serta alumni sekiranya bisa mengadakan syukuran sangat sederhana dgn beberapa alumni yg komit dgn berdzikir Asmaul Husna malam ini sambil sedikit berbagi dgn yatim piatu kalau memungkinkan. Terima kasih. DIRGAHAYU FKA ESQ 165! Salam 165 Ary Ginanjar, Ketua Umum FKA ESQ

Aku mengajak rekan-rekan alumni ESQ di perusahaanku untuk berkumpul bersama nanti sore pukul 16 lebih 5 menit mengadakan zikir Asmaul Husna.

Tuesday, May 15, 2007

Word Verification

Aku baru tahu ada layanan blogspot berupa word verification. Setiap kali akan posting ke blog, harus mengetik kata yang tampil di layar pada kotak yang telah disediakan. Kenapa harus pakai word verification sekarang, jawabannya ada di sini.

Aku baru tahu hari ini saat posting ini.